1. Latar Belakang
Ketika Indonesia mengalami keterpurukan di bidang ekonomi maupun mutusumberdaya manusianya, pendidikan kejuruan dipandang sebagai solusiyang tepat untuk menghantarkan para usia muda produktif memperolehlapangan kerja. Dengan alasan itu, pendidikan kejuruan (SMK) cenderungdiminati oleh kalangan keluarga ekonomi menengah ke bawah. Namun seringtidak disadari bahwa pendidikan di SMK ini memerlukan dana yang lebihbesar untuk penyelenggaraan praktik yang memadai. Akibatnya, pihaksekolah sering dihadapkan pada situasi yang dilematis. Apakahmembiarkan siswanya drop out karena tidak mampu membayar sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP) ataukah membiarkan kualitasnya menurun karena menyesuaikan dengan kemampuan bayar tersebut.
Berangkat dari kenyataan tersebut, maka SMK Wikrama telahmelakukan berbagai upaya agar tetap dapat menyelenggarakan pendidikankejuruan yang bermutu tinggi dengan besar iuran biaya pendidikan yangringan. Salah satu diantaranya ialah dengan membangun self generatingincome melalui unit usaha sekolah. Sehingga biaya penyelenggaraanpendidikan ditanggung bersama antara Yayasan dan orang tua siswa dengankomposisi 30% Yayasan dan 70% orang tua siswa. Namun dengan kondisiekonomi orangtua murid yang seperti itu, masalah likuiditas finansialtetap tidak dapat dihindari. Pada kenyataannya, selama penyelenggaraansekolah selama 12 tahun rata-rata 50% siswa berada dalam kondisiterancam putus sekolah. Melalui berbagai upaya, termasuk melibatkanpara dermawan, maka ancaman putus sekolah tersebut dapat ditekanmenjadi sekitar 20%.
Sehubungan dengan masalah tersebut, SMK Wikrama merasa perluuntuk mengembangkan penggalangan dana dari sumber eksternal dalambentuk beasiswa. Memberikan beasiswa kepada siswa-siswi SMK Wikramatidak hanya sekedar menyelamatkan mereka dari ancaman putus sekolahnamun sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk menikmatipendidikan yang bermutu.
2. Perumusan Masalah
Likuiditaskeuangan SMK Wikrama untuk mewujudkan SMK berbasis pelanggan yangbermutu tinggi dihitung dengan asumsi bahwa seluruh orangtua muridmembayar biaya pendidikan tepat waktu. Biaya-biaya lain yang dibutuhkanuntuk pengembangan sekolah didapatkan melalui bantuan Yayasan,Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Bogor, dan masyarakat lainnya. Dengangambaran ini maka ketepatan membayar biaya sekolah para orangtua muridmerupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan pemelajaran yang bermutudi SMK Wikrama.
Pada kenyataannya rata-rata kemampuan orangtua murid SMKWikrama dalam membayar SPP tepat waktu setiap bulan hanya mencapai 35%.Dengan alasan itu, maka santunan para dermawan dalam bentuk beasiswakepada 65% siswa sangat diperlukan.
Pemberian beasiswa diharapkan dapat dinilai sebagai amaljariyah, infaq shodaqoh, maupun bantuan pendidikan yang akan memberikanmanfaat sangat besar bagi yang menyumbang maupun yang disumbang padasuatu sistem yang dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun bersifat tidakmengikat, beasiswa ini dimaknai sebagai bentuk “saling memberi danmenerima”. Yaitu sebagai bentuk peralihan energi yang secara spiritualdan praktikal pada akhirnya akan memberi nilai tambah bagi si pemberi.
Belajar 8 tahun mengelola SMK Wikrama, ditemukan komposisisituasi siswa dengan keragaman ekonomi orangtua yang optimal dalammemecahkan masalah mutu dan kontinuitas pembayaran SPP. Untuk itukomposisi calon siswa SMK Wikrama diharapkan adalah sebagai berikut:
-
Sebanyak 40% kursi adalah untuk mereka yang kurang mampu secara ekonomi, tetapi mampu secara akademik.
-
Sebanyak10% kursi adalah untuk mereka yang benar-benar tidak mampu secaraekonomi dan belum berprestasi, tetapi dengan memperhatikan kondisikeluarganya mereka harus segera dientaskan agar dapat menjadi pilarekonomi keluarga.
-
Sebanyak 50% kursi adalah untuk mereka yang mampu secara ekonomi dan akademik.
3. Maksud dan Tujuan
Tujuan pemberian beasiswa adalah untuk:
-
Mengentaskan studi peserta didiksampai yang bersangkutan menguasai kompetensi, memiliki kecakapan hidupdan segera dapat mengisi lapangan pekerjaan.
-
Menyalurkan zakat mal, infaq shodaqoh, bantuan pendidikan ataupun dalam rangka mensucikan harta.
-
Meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan.
-
Membantu keluarga ekonomi lemah agar cepat terentaskan dari kemiskinan.
4. Besar Beasiswa dan Cara Penyampaiannya
-
Berdasarkan Rencana AnggaranPendapatan & Belanja Sekolah, didapatkan bahwa besarnya biaya yangdiperlukan untuk kelangsungan belajar di SMK Wikrama adalah sebesar Rp200.000,- (dua ratus ribu rupiah) per bulan per siswa.
-
Besarsumbangan yang kurang dari Rp. 200.000,-/bulan atau lebih darikelipatan Rp. 200.000,-/bulan akan digabung dengan donatur lainnya,sehingga memungkinkan 1 siswa mendapat beasiswa dari 2 atau lebihdonatur dengan nilai Rp.200.000,- /bulan.
-
Beasiswa tersebut dapatdisetorkan langsung ke Beasiswa SMK Wikrama melalui Bank BRI KCP TajurBogor dengan No. Rekening 0533 – 01– 003675 – 50 - 0 setiap awal bulanatau setiap awal semester atau setiap tahun mulai Juli 2005.
5. Tata Cara Menjadi Donatur Beasiswa SMK Wikrama
-
Mengisi formulir Kesediaan Menjadi Donatur Beasiswa SMK Wikrama
-
Mengirim beasiswa melalui bank setiap bulan atau semester atau tahun.
|